Prabowo menilai fenomena banyaknya konsesi tambang yang dibiarkan mangkrak ini terjadi karena di masa lalu izin konsesi kerap jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak kompeten. Sehingga pihak-pihak ini tidak memiliki kemampuan untuk mengolah lahan konsesi tersebut meski izin sudah diberikan.
"Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan. Masalahnya banyak konsesi kita berikan, puluhan tahun tidak dikerjakan. Inilah yang sedang kita tertibkan," ucapnya.
Menurutnya para pemegang izin tak komponen ini sedari awal bukanlah ahli di bidang pertambangan, melainkan pihak yang sengaja berspekulasi demi mendapat keuntungan pribadi atau diperdagangkan di bursa saham, sementara operasional tambang di lapangan diabaikan.