Toni mengatakan, informasi awal yang diterimanya menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, ia kemudian mendapat informasi lain dari rekan almarhum yang menyebut putranya diduga menjadi korban penganiayaan senior.
"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," tandas Toni.
Suasana duka masih menyelimuti kediaman Toni Eko Prasetyo dan Retno Setio Rini di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, hingga Kamis (10/9/2026) malam. Puluhan warga tampak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Jenazah Serda Ahmad Muzammul Farisa tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB. Jenazah dibawa menggunakan ambulans TNI AU dan kemudian dimakamkan setelah disalatkan.
Bupati Madiun H Hari Wuryanto serta sejumlah ASN Pemkab Madiun turut hadir dalam prosesi pemakaman dan salat jenazah almarhum.