Pimpinan tertinggi Google di Finlandia, Antti Jarvinen, mengklaim telah memiliki persetujuan legislatif untuk memulai penebangan pohon berskala besar tersebut. Penjelasan Jarvinen dikecam sebagai arogansi.
"Mereka membeli lahan luas dan langsung menebanginya begitu saja. Ini murni arogansi dan sangat mencengangkan," ujar kepala Finnish Association for Nature Conservation (SLL) Hanna Halmeenpaa.
Para penentang meyakini Google terburu-buru membangun kompleks tersebut sebelum UU di Finlandia dapat mengejar kemajuan AI untuk menerapkan peraturan yang memadai. Jarvinen akhirnya meminta maaf atas kerusakan tersebut dan menyatakan akan berupaya melindungi sumber air sebelum menanam kembali pohon.
"Saya heran mengapa kita harus mengorbankan begitu banyak alam kita. Mereka menyerahkan semuanya dengan terlalu mudah," kata ahli konservasi Vesa Hyyrylainen yang dikutip NadiKabar dari NY Post.