Dalam hal ini, pendampingan yang diberikan mencakup budidaya, penyortiran, pemilahan berdasarkan kualitas, hingga pengemasan hasil panen.

"Transisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar," jelas Suprehatin.

Kepala SPPG Pulau Besar, Ashari Ramalan, menyambut positif peluang pasokan sayuran dari petani setempat. Ia meminta petani berkoordinasi setidaknya satu minggu sebelum pengiriman agar jenis dan jumlah sayuran sesuai dengan kebutuhan SPPG.

Selain itu, tim disebut akan menjajaki pedagang lokal sebagai alternatif pasar.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara agar pengembangan usaha di kawasan transmigrasi berorientasi pada pasar dan peningkatan pendapatan warga.

"Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Iftitah saat mengunjungi Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (12/9/).