Ia menjelaskan penguatan pendampingan remaja menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia sekitar 286 juta jiwa, dengan sekitar 190 juta jiwa berada pada usia produktif.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi. Namun, Isyana menegaskan hal itu tidak otomatis menjadi keuntungan tanpa dukungan pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai.

"Ini ada syaratnya, pendidikan dan kesehatannya harus bagus, pekerjaannya juga harus tersedia. Nah, inilah yang sedang dilakukan dan diupayakan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai programnya, termasuk Sekolah Rakyat ini," katanya.