NADIKABAR.COM — Painem tidak pernah menyangka desilnya naik jadi 7. Kini, janda 64 tahun asal Nganjuk itu terancam tidak mendapatkan bantuan sosial, yang selama ini rutin ia terima.

Painem merupakan buruh setrika asal Desa Jampes, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), status desinga naik ke kategori 7.

Painem mengaku tahu namanya masuk dalam desil 7, setelah diberi tahu temannya, yang sebelumnya mengecek desil melalui website yang disediakan pemerintah.

"Saya dibilangin teman, katanya desil saya masuk tujuh. Ya kaget nak. Sedih rasanya, kepingin nangis," tutur Painem, Selasa (15/9/2026).

Kesedihan Painem bukan tanpa dasar. Sebab bila dirinya benar-benar masuk desil 7, otomatis namanya akan tercoret pada daftar Penerima Manfaat dari berbagai program bantuan sosial yang digelontor pemerintah.

Painem merupakan seorang janda yang dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh setrika. Selain itu, dia bekerja serabutan jika ada yang membutuhkan tenaganya. Upah yang diperoleh dari menyetrika hanya Rp 60 ribu per hari. Itu pun tidak menentu.

"Sebelumnya saya sering mendapat bantuan. Ituloh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lainnya," ungkap dia.

Gubuk tua yang sehari-hari menjadi tempat tinggal Painem menjadi saksi bisu kesedihannya.

Namun, Painem tak berdiam diri. Kini ia berusaha untuk melakukan usul sanggah melalui pemerintahan desa. Cara ini menjadi salah satu mekanisme untuk mengubah kategori desil.