Lebih lanjut Jazilul mendukung penanganan yang dilakukan oleh Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Dia meyakini Polri akan profesional dalam mengusut kasus penyadapan terhadap Prabowo.
"Pelaku penyadapan itu pejabat elit polisi dan yang disadap juga pejabat pejabat tinggi negara. Maka penanganan skandalnya juga pasti ditangani dengan profesional, terbuka dan objektif," tutur Jazilul.
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Muradi sebelumnya menilai ada kemungkinan tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto terus bertambah. Muradi juga menilai ada kemungkinan kasus ini merembet ke unsur politik.
Muradi mengatakan kemungkinan, selain pihak kepolisian, juga ada pihak sipil dari salah satu partai politik besar yang ikut terseret dalam kasus tersebut. Dia mengatakan sosok itu diduga merupakan ketua umum partai politik yang sudah lama berdiri.
"Kalau yang sipil juga ada, tapi kan dia tidak dalam posisi ikut-ikut operasi ya. Tapi ikut diskusinya ada, dan itu memang kalau ini Pak Kabareskrim bisa membuktikan itu, orang ini akan terseret, Pak. Dan itu dari partai yang lumayan besar," ujar Marudi dalam sebuah wawancara televisi, dikutip Sabtu (7/11).