Ada tiga pilar utama dalam program 'Riau Cerah Presisi' ini. Yang pertama adalah pencegahan berbasis data.

"Artinya, setiap langkah pencegahan dilakukan berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diantisipasi sedini mungkin," imbuhnya.

Pilar kedua, yakni kolaborasi merawat alam dan lingkungan. Ia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, civitas akademika dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

"Ketiga, melalui aksi kita hijaukan. Kita tidak hanya fokus pada pencegahan dan penanganan kebakaran, tetapi juga melakukan aksi nyata untuk menjaga, memulihkan, dan menghijaukan kembali lingkungan," lanjutnya.

Ia menambahkan, program 'Riau Cerah Presisi' ini akan dilaksanakan secara berjenjang dari mulai tingkat Polda Riau, polres hingga polsek jajaran. Dengan demikian, penanganan karhutla dapat dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.