"Kami menegaskan bahwa keselamatan dan hak anak untuk belajar adalah prioritas tertinggi yang tidak boleh dikorbankan oleh konflik pihak manapun," tegasnya.

Pihaknya berupaya bersikap netral terhadap sengketa internal yang terjadi tim redaksi SPIDI dan Pesantren Darul Istiqomah. Menurutnya, perhatian mereka semata-mata ditujukan pada perlindungan anak dan keberlangsungan pendidikan.

"Kami bersikap netral atas sengketa internal yang melatarbelakangi kejadian dan tidak berpihak kepada pihak manapun. Sikap kami semata-mata pada perlindungan anak dan kelangsungan pendidikan," jelasnya.

Dia juga mendorong pihak sekolah maupun pihak lain yang terlibat untuk menempuh jalur hukum. Suhartina menyatakan siap memberikan keterangan sebagai saksi terkait kondisi anak-anak yang disebut terpapar bahaya.

"Kami mendukung langkah sekolah maupun pihak-pihak lain yang terlibat untuk menempuh jalur hukum yang sah, serta siap memberikan keterangan sebagai saksi mengenai keadaan anak-anak yang terpapar bahaya," beber Suhartina.

Parents Association SADIQ juga meminta Dinas Pendidikan Maros, KPAI, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Maros memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anak-anak yang terdampak. Suhartina berharap agar pihak yang bertikai bisa menahan diri.