"Karena kita kerja sama juga dengan warga, dengan warga masyarakat segala macam itu dari situ kita waktu itu kegiatan cuma terlihatnya kalau dari luar ya kayak gudang, kayak itunya dan lain sebagainya. Kalau misalnya baru ke dalam, nah itu baru muncul seperti itu," terangnya.

Angga menyebut terbongkarnya markas kasino di Sukoharjo merupakan pengembangan dengan Polda Maluku. Dari hasil informasi yang didapat bahwa gudang atau server berada di Sukoharjo.

"Kalau terungkapnya kan pengembangan ini dengan Polda Maluku. Kita kerja sama dengan Polda Maluku, kemudian dari hasil informasi yang didapat, itu ternyata server yang ada kegiatan di sana itu servernya di situ," bebernya.

"Hampir mirip sama dengan yang gudang scam yang sebelumnya yang di Solo Baru juga. Nah, itu seperti-seperti itu. Jadi apa namanya, justru kegiatannya ini di luar, terus kemudian tapi gudang atau namanya sih kayak server atau poskonya itu malah digunakan seperti itu," sambung Angga.

Menurutnya, markas kasino di Sukoharjo sudah tidak digunakan sebagai aktivitas pergudangan. Hanya memang, di Google Maps masih tertera nama gudang tersebut.

"Tidak. Jadi sebenarnya kayak misalnya kan gudang-gudang itu kan ada yang memiliki, nah kemudian gudang itu kan masih ada namanya di Google, kemudian ini segala macam. Tapi kalau kita search di Google itu munculnya nama PT atau CV apa gitu, tapi ternyata di dalamnya tidak ada kegiatan dari CV dan PT tersebut," pungkasnya.