NADIKABAR.COM — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membeberkan kronologi kecelakaan lalu lintas antara minibus Honda Mobilio dan mobil bak terbuka (pick up) Isuzu di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis dini hari, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Kanit Laka Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 01.10 WIB di jalur arah utara dekat Kedutaan Besar Malaysia.
"Kecelakaan bermula ketika minibus Honda Mobilio bernomor polisi B 2607 UFL yang dikemudikan berinisial KMS (33) melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan HR Rasuna Said. Minibus tersebut membawa dua penumpang, yakni berinisial F (34) dan SA (22)," kata Kharisma dalam keterangannya, Kamis.
Setibanya di lokasi kejadian dekat Kedubes Malaysia, pengemudi minibus diduga kurang berhati-hati dan kehilangan konsentrasi saat mengemudikan kendaraan.
"Kendaraan minibus tersebut kemudian menabrak bagian belakang mobil bak terbuka Isuzu bernomor polisi B 9766 FM yang tengah melaju searah di depannya," ujar Kharisma.
Mobil bak terbuka yang dikemudikan oleh pengemudi berinisial N (57) bersama dua penumpangnya J (26) dan M (45) itu pun terdorong keras akibat benturan dari belakang sehingga terguling ke sisi kiri. Posisi akhir kendaraan itu memperlihatkan kedua roda sebelah kanan berada di atas.
Kharisma mengungkapkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta keterangan para saksi, minibus tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menghantam mobil di depannya.
Akibat benturan keras tersebut, penumpang mobil bak terbuka berinisial M (45) mengalami luka berat pada bagian kepala dan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Tebet. Jenazah korban selanjutnya dirujuk ke RSCM untuk dilakukan visum.
Sementara itu, lima orang lainnya mengalami luka-luka. Pengemudi mobil bak terbuka N beserta penumpangnya J dilarikan ke RS MMC Kuningan.
"Pengemudi minibus K beserta dua penumpangnya juga menjalani perawatan di RS MMC, dengan satu penumpang bernama SA dilaporkan belum sadarkan diri akibat cedera di kepala," terang Kharisma.
Untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, kepolisian juga telah melakukan tes urine terhadap pengemudi minibus dan masih menunggu hasilnya.
"Pengemudi sudah dilakukan tes urine di rumah sakit dan kami masih menunggu hasilnya. Pihak kepolisian juga terus mendalami bukti-bukti pendukung, seperti rekaman CCTV (kamera pengawas) dan kelaikan kendaraan," ungkap Kharisma.
Saat ini, barang bukti kedua kendaraan tersebut telah diamankan oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.