NADIKABAR.COM — Beragam peristiwa politik telah terjadi pada Senin (26/10), mulai dari pemerintah kaji definisi korupsi sesuai kondisi Indonesia hingga Mendagri dan Kepala BMKG merapat di Istana, berikut lima berita pilihan untuk Anda baca ulang pada pagi ini.

1. Prabowo minta kajian definisi korupsi yang sesuai kondisi Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan Presiden Prabowo Subianto meminta kajian mendalam mengenai definisi tindak pidana korupsi agar sesuai dengan kondisi Indonesia.

Yusril mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi mengenai rencana penyelarasan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Antikorupsi (UNCAC).

2. Mendagri hingga Kepala BMKG merapat ke Istana

Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih merapat ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani.

Berdasarkan pantauan ANTARA, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.45 WIB. Namun, dia tidak memberikan keterangan mengenai agenda dirinya di Istana.

3. Wapres serap aspirasi nelayan pastikan isu di lapangan tertangani

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertemu dengan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin memastikan permasalahan di lapangan segera dapat ditangani termasuk terkait akses solar.

Dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin, Wapres Gibran menerima aspirasi dari para nelayan terkait akses solar, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis minyak jelantah, hingga layanan desa, bantuan sosial, air bersih, dan pelayanan yang setara bagi seluruh warga.

4. DPR: Perundungan tak bisa ditolerir dan pemerintah harus gerak cepat

Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan kasus perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan sudah tidak bisa lagi ditoleransi dan ia pun meminta pemerintah untuk bergerak cepat menangani hal itu.

Dia menilai kasus perundungan mengindikasikan masih adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. Penanaman nilai-nilai kemanusiaan, sikap saling menghormati, serta pembentukan budaya sekolah yang aman, kata dia, belum berjalan optimal.

5. TNI AU kerahkan dua Hercules kirim dry ice untuk kebutuhan OMC

TNI AU mengirim 4,6 ton dry ice menggunakan dua pesawat angkut jenis Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Palembang dan Banjarmasin untuk kebutuhan operasi modifikasi cuacaca (OMC).

Dalam siaran pers resmi Mabes TNI yang diterima di Jakarta, Senin, dijelaskan dry ice yang dikirim pada Minggu (25/10) itu akan dipakai untuk menciptakan hujan buatan guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).