Laksana mengatakan terdapat sejumlah potensi kerawanan selama penyelenggaraan pertandingan. Antara lain, potensi kepadatan penonton, dinamika antar-suporter, penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan, serta kepatuhan terhadap tiket dan ketentuan barang bawaan harus diperhatikan.

"Laksanakan pengamanan secara berlapis serta pemeriksaan tiket, orang, barang bawaan, serta sterilisasi terhadap venue, hotel, lokasi latihan, dan rute pergerakan pemain maupun ofisial," ujarnya.

Dia menyebut tingginya mobilitas massa dan suporter berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Dia mengatakan personel Polri akan mengantisipasi faktor kedaruratan seperti cuaca ekstrem, kebakaran, dan kedaruratan medis, termasuk perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Laksanakan rekayasa lalu lintas secara situasional, siapkan jalur alternatif dan kantong parkir, serta lakukan deteksi dini dan penyelenggaraan terhadap kelompok suporter untuk pengendalian pergerakan massa sejak kedatangan hingga kepulangan," kata dia.