Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 persen, dari 21,5 persen pada 2023. Penurunan tersebut menjadi capaian positif, namun masih menunjukkan bahwa persoalan stunting masih dihadapi oleh jutaan anak di Indonesia.
Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 17,5 persen pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya bertahap pemerintah untuk menekan angka stunting hingga mencapai 14,2 persen pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, Posyandu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan Posyandu, pertumbuhan anak dipantau secara berkala melalui penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan.
Pemantauan secara rutin diperlukan untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat gangguan pertumbuhan. Pemerintah juga memperkuat pelayanan Posyandu dengan meningkatkan kualitas pengukuran antropometri sehingga kondisi pertumbuhan anak dapat diketahui dengan lebih akurat.