Presiden mengatakan bahwa SMA Taruna Nusantara sejak awal dirancang untuk menjaring anak-anak berprestasi dari berbagai daerah dan membina mereka menjadi calon pemimpin yang baik.
"SMA Taruna Nusantara lahir sebagai gagasan untuk mencari tunas-tunas pemimpin-pemimpin yang baik. Gagasan awal adalah kita cari anak-anak yang terpintar dari seluruh Indonesia, dari semua golongan, dari semua suku, semua ras, dan semua agama," ia menjelaskan.
Prabowo menekankan bahwa pemimpin unggul tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga mempunyai kualitas fisik, jiwa, dan hati yang baik.
"Orang pintar tapi hatinya jahat sangat berbahaya. Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana," katanya.
Ia juga mengingatkan para siswa SMA Taruna Nusantara agar menjadikan nilai kebangsaan, Pancasila, patriotisme, dan persatuan sebagai landasan dalam menempuh pendidikan dan mengabdi kepada negara.