Profesor Hani Marcus, konsultan ahli bedah saraf yang memimpin operasi ini, mengapresiasi keberanian pasien serta kerja keras tim peneliti medis Inggris.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta uji coba dan tim yang berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan pasien dengan mengambil langkah pertama secara global ini. Penggunaan AI lokal buatan Inggris ini sangat membantu menekan risiko selama operasi yang rumit," puji Profesor Marcus.

Penerapan AI sebagai 'pemandu navigasi visual' di meja operasi kini terus berkembang pesat. Selain pada bedah otak, teknologi pemetaan warna berbasis AI dan robotik ini juga mulai diterapkan pada operasi bedah dalam lainnya untuk melindungi organ serta jaringan saraf penting pasien secara maksimal.