Dia menyebut perang yang dilakukan Israel di Gaza sebagai genosida dan menyerukan penghentian bantuan militer AS ke Israel. Pandangannya mengenai Israel menjadi sumber kontroversi utama selama masa kampanye.

Stevens, yang dia kalahkan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, mengambil sikap yang berbeda dari partainya hanya 2 hari sebelum pemilihan umum. Dia memberikan dukungan kepada Rogers, dengan alasan kekhawatirannya terhadap retorika kampanye serta afiliasi politik El-Sayed.

Langkah Stevens ini memicu reaksi keras dari sesama anggota Partai Demokrat, namun gagal menghalangi jalan El-Sayed menuju kemenangan. Identitas Muslim yang dimiliki El-Sayed juga menjadi isu yang menonjol selama pemilihan Senat.

Presiden AS Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik lainnya berulang kali melontarkan kritik terhadapnya. El-Sayed menepis serangan-serangan tersebut dengan berargumen bahwa Trump menggunakan nama dan agamanya untuk mengalihkan perhatian dari masalah kenaikan biaya hidup serta tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat AS.

Terpilihnya El-Sayed mencatatkan sejarah baru bagi Senat, meskipun sebelumnya sudah ada warga Amerika Muslim yang pernah menjabat di DPR (House of Representatives). Keith Ellison menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2006, sementara Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2018.