Sempat mengalami masalah dengan pihak badminton Korea selepas Olimpiade, An Se Young tidak mengalami kemunduran dan tetap menjaga kondisi yang prima.

Gelar demi gelar diraih An Se Young. Sampai kemudian keberhasilan menjuarai Denmark Open 2026 menjadi pencapaian terbaru dalam kariernya. Gelar ke-47 tersebut membuat An Se Young melewati rekor jumlah gelar yang sebelumnya dipegang Susy Susanti, legenda Indonesia yang mendominasi bulu tangkis pada era 1990-an.

Pada usia 24 tahun, An Se Young masih berpeluang menambah koleksi gelarnya. Konsistensi di berbagai turnamen membuatnya terus menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan dalam persaingan tunggal putri dunia.

Dengan gelar Olimpiade, dua gelar Kejuaraan Dunia, emas Asian Games, serta puluhan gelar turnamen internasional, An Se Young telah mengukuhkan namanya di antara pemain besar bulutangkis putri. Tak pelak daulat gelar Greatest of All Time (GOAT) disematkan kepada An Se Young.