Pada masa awal pendiriannya, wilayah tersebut dikenal kurang ramah terhadap aktivitas dakwah Islam. Namun, berkat ketelatenan, kesabaran, dan pendekatan dakwah yang humanis dari Kiai Miftah, atmosfer lingkungan setempat perlahan berubah total menjadi religius dan kondusif.

Kiai Miftah juga sangat masyhur dengan kesederhanaan dan kehangatannya dalam menyambut setiap tamu. Beliau kerap melayani tamunya secara langsung tanpa canggung-mulai dari menyeduh dan menuangkan minuman hingga menyajikan camilan sendiri.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031 bukanlah hal yang instan. Kiai Miftah telah melalui proses pengabdian yang amat panjang di jajaran struktur Syuriyah NU dari tingkat cabang hingga pusat:

Dengan rekam jejak keilmuan, kepemimpinan, dan kematangan organisasinya, penetapan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam diharapkan dapat terus membawa PBNU melangkah mengayomi umat dan menjaga keutuhan bangsa.