NADIKABAR.COM — PT Agrinas Palma Nusantara memastikan kebutuhan minyak sawit untuk pangan dalam negeri tetap aman meski pemerintah meningkatkan penggunaan sawit sebagai bahan baku biodiesel. Program ini bertujuan membantu Indonesia mencapai swasembada energi.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, kebutuhan minyak sawit untuk pangan, termasuk minyak goreng, berkisar 13-15 juta ton per tahun. Sementara produksi sawit nasional mencapai sekitar 50 juta ton per tahun.
"Bahkan kalau Agrinas itu, kami siap kalau perlu semua produk kami untuk biodiesel, karena kalau untuk pangan Indonesia cukup. Jadi, Indonesia itu kebutuhan pangan dari minyak sawit itu sekitar 13-15 juta ton, produksi kita kan 50 juta ton," ujar Ghani di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Saat ini Indonesia telah menjalankan mandatori B50. Ghani menambahkan, peningkatan kebutuhan sawit untuk biodiesel juga tidak harus dilakukan dengan memperluas lahan perkebunan. Menurutnya, produktivitas perkebunan sawit yang ada saat ini masih dapat ditingkatkan.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mempercepat peremajaan perkebunan sawit rakyat menggunakan bibit unggul. Pasalnya, produktivitas perkebunan sawit rakyat saat ini bahkan masih berada di bawah 3 ton per hektare (ha).
"Artinya, tugas kita semua, terutama harus dibantu rakyat supaya mereka diremajakan tanaman sawitnya, sehingga bisa meningkat. Kalau rakyat malah sekarang di bawah 3 ton," jelasnya.
Di sisi lain, Agrinas Palma menyatakan kesiapan mendukung penerapan B50 yang telah dicanangkan pemerintah. Perusahaan juga tengah menyiapkan kerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan industri biodiesel secara terintegrasi.
Agrinas Palma bahkan berencana mulai memproduksi biodiesel pada tahun depan melalui revitalisasi pabrik yang sudah ada di Riau. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Jadi kita siap mendukung program pemerintah. Mungkin setahun lagi kita akan ikut memproduksi kiloliter biodiesel. Kami melakukan revitalisasi pabrik yang ada di Riau," tutup Ghani.