Tak hanya UMKM, upaya penguatan ekonomi lokal juga digerakkan dari sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi potensi utama daerah. Di sektor pertanian, Pemkab memberikan bantuan sarana produksi, pelatihan pupuk organik, pembinaan kelompok tani, hingga pembenahan irigasi lewat program Banyu Lancar.

Pemberdayaan generasi muda juga disasar melalui potensi Karang Taruna di desa-desa. Pemkab Klaten menyediakan insentif bagi desa yang berhasil mengembangkan konsep bisnis potensial. Sementara untuk menekan pengangguran, dikembangkan portal Sikendi Klaten (Sistem Informasi Ketenagakerjaan) yang menghubungkan pencari kerja dengan dunia usaha.

Berbagai terobosan ekonomi ini menjadi bagian dari strategi utama Klaten, yaitu pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan pengurangan kantong kemiskinan, yang dijalankan secara lintas sektor (super team). Strategi ini dinilai secara bertahap berhasil menekan angka kemiskinan Klaten dari 16,71 persen pada 2012 menjadi kisaran 11 persen, serta menekan kemiskinan ekstrem hingga 0,25 persen pada 2025.