NADIKABAR.COM — Sudah menjadi fitrah kekuasaan: datang dan pergi, kadang tanpa banyak aba-aba. Begitulah yang terjadi dengan Purbaya Yudhi Sadewa pekan lalu. Kini pertanyaannya, ke mana 'Tukang Insinyur' yang kemudian menjadi ekonom itu akan melangkah?
Di hari ia kehilangan kursi Menteri Keuangan, sejumlah jabatan baru langsung disebut-sebut bakal menjadi tempat berlabuh berikutnya. Ada isu menjadi gubernur sebuah lembaga keuangan baru yang tengah digodok, Menko PMK menggantikan Prof. Pratikno, hingga memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Semuanya, tentu saja, masih spekulasi.
Purbaya sendiri langsung menyatakan tak lagi tertarik menduduki jabatan publik di lembaga negara. Dengan gaya khasnya, ia malah berseloroh memilih memancing ikan nila dan mujair di kolam belakang rumah.
Tentu, memancing boleh jadi hanya selingan. Untuk perjalanan berikutnya, saya justru membayangkan Purbaya kembali menjadi peneliti, akademisi, kolumnis, dan pembicara di berbagai forum. Juga, mengapa tidak, menulis buku agar gagasan dan pengalamannya selama berada di pusat kekuasaan tidak menguap begitu saja.
Purbaya bukan orang yang baru mengenal ekonomi ketika menjadi Menteri Keuangan. Jejak profesionalnya panjang. Ia pernah berada di lingkungan Danareksa, menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional, menduduki sejumlah posisi di pemerintahan, hingga memimpin Lembaga Penjamin Simpanan sebelum akhirnya menjadi Menteri Keuangan.
Pengalaman itu memberinya sesuatu yang tidak dimiliki setiap akademisi: kesempatan melihat dari dekat bagaimana kebijakan ekonomi dibuat, diperdebatkan, dinegosiasikan, lalu dijalankan.