NADIKABAR.COM — Puskesmas Martapura 2 memeriksa kesehatan petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, untuk mengantisipasi kelelahan, dehidrasi, dan gangguan pernapasan akibat aktivitas berat serta paparan asap.

Pemeriksaan berlangsung di Posko Induk Penanganan Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Banjar, dengan menyasar personel yang setiap hari terlibat dalam penanganan kebakaran, termasuk tim pendamping peliputan dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP).

Petugas Kesehatan Puskesmas Martapura 2 Joko Nugroho di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu, mengatakan pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan kondisi fisik personel tetap terpantau selama menjalankan tugas di lapangan yang memiliki risiko gangguan kesehatan.

"Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kami ingin memastikan kondisi para petugas tetap terpantau. Apalagi mereka bekerja di lapangan dengan aktivitas yang cukup berat dan berisiko terpapar asap," ujarnya.

Menurut Joko, paparan asap kebakaran dan aktivitas fisik yang berat dapat memicu kelelahan, kekurangan cairan tubuh, hingga gangguan pernapasan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu petugas diingatkan menjaga kebugaran, mencukupi kebutuhan air minum, serta mengatur waktu istirahat, agar kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan tugas penanganan karhutla.

Salah seorang petugas yang menjalani pemeriksaan, Ronny menyambut baik pelayanan kesehatan tersebut karena membantu personel mengetahui kondisi tubuh setelah menjalankan aktivitas di lapangan.

"Kami terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan seperti ini. Dengan diperiksa, kami bisa mengetahui kondisi tubuh dan lebih waspada apabila ada keluhan," katanya.

Ronny berharap pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan selama masa siaga darurat, sehingga seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla memperoleh pemantauan kondisi kesehatan secara rutin.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap petugas, sekaligus menjaga kesiapan personel agar penanganan karhutla dan kekeringan di Kabupaten Banjar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan pekerja lapangan.