Ia mengatakan bahwa kondisi itu membuat para pembuat konten digital, pembuat film dan lainnya merasa takut bahwa suatu saat semua peran akan tergantikan AI.

Namun, kata dia, hal utama yang membedakan produk AI dengan manusia adalah kepemilikan hati. Manusia, kata dia, memiliki hari atau nurani yang tidak dimiliki AI.

"Ingat, sesuatu hal yang dimulai dari hati, dibikin pakai hati, pasti sampai ke hati. Jadi enggak usah takut," katanya.

Raffi mengajak para peserta IYS 2026 dari berbagai provinsi di Indonesia itu untuk terus belajar dan berkarya dengan hati.