NADIKABAR.COM — Bank Sumut mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan desa melalui integrasi layanan perbankan dengan sistem keuangan desa. Inovasi ini mengantarkan bank daerah tersebut meraih penghargaan Bank Pelopor Digitalisasi Keuangan Desa dalam ajang detikSumatera Awards 2026.

Direktur Bank Sumut Heru Mardiansyah membeberkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergitas bank dan pemerintah daerah. Ada berbagai program yang dinilai mampu membawa desa memiliki sistem keuangan yang lebih maju.

"Kami menjalankan program-program pemerintahan khususnya terkait PHTC dan PSD dari Gubernur Sumut. Kami juga berterima kasih dengan bapak Gubernur atas support melakukan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan digitalisasi di Sumatera Utara," ujarnya.

Membawa penghargaan sebagai Bank Pelopor Digitalisasi Keuangan Desa, pihaknya berkomitmen untuk terus sejalan dengan program pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan keuangan dengan akses yang mudah.

"Kami dari Bank Sumut dipercaya untuk diberikan penghargaan atas apa yang telah kami lakukan. Sebetulnya kami sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), di mana kami berfungsi salah satunya untuk bersama-sama pemerintah daerah membangun daerah," tuturnya.

Penghargaan Bank Pelopor Digitalisasi Keuangan Desa dalam detikSumatera Awards 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap inovasi Bank Sumut dalam memperluas pemanfaatan teknologi di tingkat pemerintahan desa.

Melalui integrasi layanan perbankan dan sistem keuangan desa, Bank Sumut berupaya menghadirkan layanan yang lebih praktis sekaligus mendukung tata kelola keuangan desa yang semakin terdigitalisasi.

Salah satu upaya yang dilakukan Bank Sumut adalah menghadirkan integrasi Cash Management System (CMS) dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang diluncurkan pada Maret 2026.

Melalui sistem tersebut, pemerintah desa dapat melakukan berbagai transaksi pada Rekening Kas Umum Desa (RKUDes) secara daring. Dengan demikian, pemerintah desa tidak perlu lagi datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi keuangan.

Selain memberikan kemudahan dalam bertransaksi, sistem tersebut memungkinkan pemerintah desa memantau saldo dan aktivitas transaksi secara real time. Digitalisasi ini diharapkan dapat membuat pengelolaan keuangan desa menjadi lebih efektif, tertib, dan transparan.