"Masker, masker N95 banyak, yang earloop masker karet biasa juga banyak. Sekitar dari kemarin, kemarin aja sekitar 100-200 boks ada," ujarnya.
Gilang mengungkap harga masker di kiosnya juga ikut naik sekitar 5 persen dari harga sebelumnya imbas permintaan naik.
"Ada kenaikan harga sedikit dari harga biasa, pasti ada kenaikan. Karena kelangkaan barang kan, permintaan banyak pasti ada kenaikan dari harga biasanya. Semua pada naik, tapi nggak banyak. Naik sekitar 5 persenanlah," jelasnya.
Penjual lainnya, Putri, juga mengaku penjualannya meningkat. Dia menyebutkan banyak warga membeli masker karena abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masuk wilayah Jakarta.
"Dari kemarin waktu abu Krakatau ke sini udah ramai," kata Putri.
Putri menjual masker dengan harga bervariasi: masker jenis duckbill dengan harga Rp 40 ribu dan masker bedah karet seharga Rp 45 ribu, yang isinya 50 buah per boks.
"Kemarin 100 (boks) lebih sih ada. Sekarang belum ngitung lagi," katanya.
Hingga pagi tadi, abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau masih menyebar ke wilayah Jakarta. Namun, pada sore hari, Jakarta sudah keluar dari daftar daerah terdampak abu vulkanik.