Rasulullah SAW mengutus pasukan yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy al-Asadi bersama delapan sahabat dari kaum Muhajirin untuk memata-matai pergerakan kaum Quraisy ke daerah Nakhlah. Dalam peristiwa ini, 'Amr bin al-Hadhrami berhasil terbunuh, ditawannya dua orang Quraisy, dan memperoleh seperlima dari harta rampasan.

Terbunuhnya 'Amr bin al-Hadhrami oleh pasukan Abdullah bin Jahsy al-Asadi menjadi penyebab terjadinya Perang Badar Kubra pada Jumat, 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah. Dikisahkan dalam buku Mulai Diizinkannya Perang dan Terjadinya Perang Badar Kubra oleh Muhammad Ridha, perang ini melibatkan sekitar 1.000 orang Quraisy. Sementara itu, Rasulullah SAW berangkat bersama 313 kaum muslimin yang terdiri dari kaum Anshar dan kaum Muhajirin.

Perang Badar diawali dengan perang tanding atau duel satu lawan satu, melibatkan tiga kaum muslimin dengan tiga panglima kaum kafir Quraisy. Melalui perang tanding ini, Hamzah berhasil membunuh Syaibah bin Rabi'ah dan Ali membunuh Al-Walid Utbah, sementara Ubaidah dibantu Hamzah dan Ali berhasil membunuh Utbah bin Rabiah.Sebelum terjadi benturan massal, Allah SWT mengirimkan bala bantuan berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 9. Allah SWT berfirman:

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ

Artinya: "(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut."

Perang berakhir dengan kekalahan mutlak kaum kafir Quraisy, pasukan mereka terpecah karena tewas, ditawan, dan melarikan diri. Berita kemenangan Rasulullah SAW dalam Perang Badar tersebar luas dan menjadikan musuhnya di sekitar Madinah takut kepadanya.