Menurut Ratu, tawaran endorse itu diterima pada 2024. Ia menyebut hanya sekali mempromosikan arisan tersebut dengan materi berupa gabungan beberapa video dirinya dan kata-kata promosi.

"Kalau enggak salah 2024, 1 kali aja. Karena waktu itu endorse-nya itu kayak kita cuma menggabungkan beberapa video saya, terus ada promosi kata-kata, hanya itu aja sih. Kalau untuk nilai pastinya, nanti saya coba cek lagi," imbuhnya.

Sementara saat ditanya soal nominal bayaran endorse, Ratu belum bisa memastikannya karena kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun lalu. Ia berencana mengecek mutasi rekening untuk mengetahui kembali nilai pembayaran yang diterimanya.

"Nanti saya coba cek lagi, karena kan ini udah lama ya, jadi saya harus cek mutasi juga. Kebetulan tim saya juga udah berganti gitu, karena ini kan terima kerjanya di 2024. Udah, udah dibayar, untuk endorse-annya biasanya kita kalau terima endorse dari mereka menawarkan, kita buat video, kalau untuk mereka udah oke, mereka bayar baru kita posting," tutur wanita berusia 40 tahun itu.

Kepada wartawan, Ratu menegaskan dirinya merupakan selebgram, bukan artis. Ia juga mengaku baru mengetahui perkara arisan online tersebut setelah menerima surat panggilan dari polisi.