Penurunan realisasi pada September dipengaruhi kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran secara daring berdasarkan kebijakan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota.
“Pada September memang terjadi penurunan realisasi anggarannya karena kondisi kebakaran hutan dan lahan. Banyak sekolah yang menetapkan kegiatan belajar mengajar secara daring sehingga SPPG tidak beroperasi,” ujarnya.
Selain dampak karhutla, sekitar 15 SPPG masih berstatus penghentian sementara atau suspend dan belum dapat beroperasi. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran daring sehingga layanan MBG di sekolah tidak berjalan seperti biasa.
Dari sisi sebaran pelayanan, Kabupaten Sintang disebut sebagai salah satu daerah dengan jumlah SPPG relatif sedikit. Kondisi geografis dan sebaran desa menjadi tantangan tersendiri karena Sintang memiliki hampir 400 desa, meskipun jumlah pasti dan peringkatnya masih perlu dikonfirmasi.