"I wish, of course. Saya sangat-sangat berharap untuk bisa bersama-sama. Tapi tentu ada tanggung jawab yang lain yang juga tidak bisa ditinggalkan, gitu ya. Tapi doa dari hati yang paling dalam beserta kawan-kawan semua di sana, ya," ujarnya.
Reza juga berpesan agar massa berhati-hati selama menyampaikan aspirasi. Menurut dia, sikap peserta aksi dalam membawa diri turut menentukan terjaganya esensi protes yang disampaikan.
"Hati-hati. Jaga situasi untuk bisa tetap kondusif. Karena menjaga esensi dari apa yang menjadi bentuk protes, bentuk aksi, itu juga terletak dari bagaimana saya yakin teman-teman membawa diri masing-masing," ujarnya.
"Jadi hati-hati, jangan... jangan sampai terprovokasi terutama oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab, gitu ya. Jadi menjaga situasi untuk bisa tetap berjalan dengan damai, kondusif, dan sakral."
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi demonstrasi pada hari ini, Selasa (20/10) di Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Salah satu tuntutan massa adalah mendesak pemerintah menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional.