Aksi finis mereka pun tergolong brutal. Keduanya harus menabrak matras tebal yang sengaja disiapkan panitia untuk menghentikan laju robot. "Tiangong Ultra" sempat berbelok liar ke arah penonton setelah menghantam matras, sementara "Lightning" malah terjatuh dan harus dibantu teknisi, sebagaimana dilansir Voice of Emirates.

Kondisi ini pun langsung jadi bahan evaluasi para pengembang. Mereka kini fokus menyempurnakan sistem perlambatan agar robot tetap stabil saat dipacu dalam kecepatan maksimum.

Jika menilik ke belakang, progres robot-robot ini memang sangat signifikan. Pada turnamen awal tahun, "Tiangong Ultra" cuma bisa lari 100 meter dalam waktu 21,50 detik. Artinya, ada lonjakan kecepatan yang sangat drastis dalam waktu singkat.

Berdasarkan data pemerintah China, "Lightning" bahkan pernah mencatat waktu lebih gila lagi saat uji coba, yakni 9,32 detik. Robot berwarna merah ini juga tangguh di lintasan jauh dengan memenangkan maraton humanoid dalam waktu 50 menit 26 detik.