NADIKABAR.COM — Cristiano Ronaldo mendapat sanksi ringan meski cabut secara mendadak dari Timnas Portugal pada jeda internasional lalu. Terungkap bahwa striker 41 tahun itu mengajukan sejumlah pembelaan agar hukumannya dikurangi.
Ronaldo pergi meninggalkan Kopenhagen jelang duel Portugal melawan Denmark di UEFA Nations League pada awal bulan ini setelah tahu ia takkan menjadi starter dalam laga tersebut. Saat melawan Norwegia di Oslo beberapa hari sebelumnya, ia tak diturunkan oleh pelatih Jorge Jesus.
Setelah cabut, ia menulis pernyataan panjang di media sosial, dan di sana juga tertulis bahwa ia mengaku salah dan siap menerima hukuman apa pun dari Federasi Sepakbola Portugal (FPF), terlebih ia berstatus sebagai kapten timnas yang seharusnya menjadi teladan.
Namun FPF akhirnya hanya memberikan hukuman skorsing selama 30 hari dan denda sebesar 255 Euro saja. The Guardian menulis pada Rabu (21/10/2026) bahwa dalam dokumen keputusan FPF terungkap fakta bahwa Ronaldo justru meminta agar hukumannya dikurangi dalam proses pemeriksaan komite disiplin.
Ia diketahui mengajukan tiga argumen dalam pembelaannya, yakni rekam jejak kedisiplinannya pada musim ini dan tiga musim sebelumnya, sumbangsihnya bagi sepak bola—termasuk berbagai penghargaan yang ia terima—serta perannya dalam membantu pengungkapan fakta kasus tersebut.
Ronaldo bahkan merinci prestasi yang ia raih di level klub dan timnas dalam argumen itu, termasuk satu gelar Piala Eropa dan dua trofi UEFA Nations League bersama Portugal. Ia juga menyebut penghargaan individu yang ia terima, termasuk lima Ballon d'Or dan sejumlah penghargaan dari pejabat negara.
FPF menerima argumen Ronaldo terkait pencapaian dan jasanya bagi Portugal, yang digunakan sebagai acuan untuk memangkas separuh dari durasi sanksi dan jumlah denda yang dijatuhkan. Hukuman itu dikurangi lagi hingga setengahnya karena Ronaldo telah mengaku bertanggung jawab atas tindakannya.
Skorsing Ronaldo berlaku surut sejak ia meninggalkan Timnas Portugal, yang berarti ia sudah bebas dari hukuman ketika Selecao das Quinas dijadwalkan menghadapi Denmark dan Wales pada 15 dan 18 November mendatang.
Meski begitu, tak ada kejelasan bahwa Jesus akan kembali memanggilnya. Juga tak ada kejelasan apakah Ronaldo berniat kembali dalam waktu dekat atau tidak. Satu hal yang jelas, ia mengaku masih ingin memperkuat Portugal.
Dalam empat laga jeda internasional lalu, Ronaldo hanya sekali turun memperkuat Portugal, yakni ketika mengalahkan Wales 1-0. Namun tiga kemenangan berikutnya melawan Norwegia (dua kali) dan Denmark seolah menjadi sinyal bahwa Portugal baik-baik saja tanpa dirinya.