Kedua, investasi di industri kesehatan. Ia menjelaskan pihaknya mengundang investor global untuk masuk ke KEK guna memproduksi alat kesehatan dan obat-obatan mutakhir yang selama ini belum bisa diproduksi di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi nasional.
Ketiga, transfer ilmu pengetahuan dengan menghadirkan dokter asing. Pihaknya telah menerbitkan regulasi izin praktik bagi dokter asing di wilayah KEK.
"Dengan begitu transfer of knowledge dari dokter-dokter asing itu bisa pindah ke dokter-dokter kita sehingga nantinya dokter kita bisa mandiri melakukan pelayanan sama seperti pelayanan yang ada di bertaraf internasional," tambah Dante.
Merespons sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri, termasuk Singapura dan Malaysia, dengan uang yang keluar Rp 200 triliun, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah kini menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Bali, dan Batam.