Ketika muncul kekhawatiran atau tuduhan, katanya lagi, RSPO merespons melalui mekanisme yang terstruktur, transparan, dan kredibel yang mengevaluasi fakta secara ketat, menghormati proses hukum, dan memberikan pertanggungjawaban yang tegas ketika pelanggaran terhadap standar RSPO terbukti.

Ia menegaskan kembali RSPO berdiri teguh dalam solidaritas dengan anggota masyarakat sipil, mitra, dan rekan-rekannya dalam menuntut akuntabilitas dan tindakan terkait kebakaran baru-baru ini yang melibatkan anggota dan memiliki tujuan yang sama yaitu menginginkan solusi permanen untuk mengakhiri siklus kebakaran dan kabut asap yang berulang di Indonesia.

Dalam diskusi yang bertema "Karhutla, Perlindungan Ekosistem, dan Keberlanjutan Sawit", Gustomo menyebutkan data menunjukkan bahwa kelapa sawit bukan lagi pendorong utama kebakaran hutan dan kabut asap lintas batas.

Nusantara Atlas memverifikasi bahwa pada kenyataannya hampir 90 persen dari 1,9 juta hektare lahan yang terbakar di Indonesia antara Januari dan September 2026 berada di luar konsesi kelapa sawit.

Bukti tersebut, ujarnya lagi, memperkuat pentingnya penerapan sistem dan standar yang kuat, selain itu sertifikasi harus dipandang sebagai solusi jangka panjang yang vital.

Gustomo menguraikan fitur-fitur penting dari sistem RSPO yang dirancang untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar di antara para anggotanya.