GPS tracker yang dibagikan ke warga secara gratis namun bergilir. Siapa yang keluar namanya saat arisan RT, dia yang akan mendapatkannya terlebih dulu. Foto: Aisyah Kamaliah/NadiKabar
Kalau ada kejadian emergency atau darurat, RT 11 punya yang namanya 'Panic Button'. Tombol panik ini ada di lapangan tempat berkumpul dan dapat diputar sehingga mengeluarkan suara sirine. Foto: Aisyah Kamaliah/NadiKabar
RT 11 punya layar besar di basecamp mereka untuk menampilkan 16 titik yang terpantau CCTV. Foto: Aisyah Kamaliah/NadiKabar
Semua warga kebagian jadwal untuk 'ngeronda'. Mereka semua harus check-in di tiap portal yang ada kemudian memindai QR code yang ada untuk mengunggah laporan kondisi terkini. Bahkan, ada foto yang dapat di-upload agar laporan makin terjamin. Foto: Aisyah Kamaliah/NadiKabar
Komposter Keliling atau Komling dilakukan terjadwal, warga dapat giliran jadi petugas. Foto: Aisyah Kamaliah/NadiKabar
Setelah Komling, muncullah Koma (komposter mandiri) yang tersedia di lapangan tempat warga biasa berkumpul. Foto: Aisyah Kamaliah/NadiKabar