NADIKABAR.COM — PT Pertamina International Shipping (PIS) kembali menghadirkan Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia.
Kali ini, kapal tersebut berlabuh di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara, daerah kategori Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Indonesia yang memiliki karakter geografis berbukit dan wilayah permukiman tersebar.
Kehadiran RSK Nusa Waluya II di Kei Besar merupakan kolaborasi Pertamina Group bersama Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses fasilitas medis.
Direktur Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II Tasia Risma Lidya mengatakan, Kei Besar dipilih berdasarkan hasil survei dan peninjauan terhadap kondisi fasilitas kesehatan serta kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, Kei Besar memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dengan wilayah geografis yang luas. Namun, ketersediaan rumah sakit dengan dokter spesialis masih terbatas.
"Di Kei Besar dengan jumlah penduduk yang banyak dan geografis yang sangat luas, tidak ada rumah sakit yang memiliki dokter spesialis. Ada rumah sakit PPD, tetapi sumber daya manusianya masih sangat kurang," ujar Tasia, saat ditemui di RSK Nusa Waluya II, Kei Besar, Maluku Tenggara, Selasa (3/11/2026).
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus menyeberang ke Kei Kecil untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap. Perjalanan antarpulau ini tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga biaya transportasi yang menjadi kendala bagi sebagian warga.
Dengan hasil survei tersebutlah menjadi alasan kuat RSK Nusa Waluya II memberikan layanan kesehatan di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. Rumah sakit kapal ini telah memberikan pelayanan di Kei Besar pada 8 September 2026 dan dijadwalkan beroperasi hingga 8 November 2026.
Kapal ini membawa fasilitas kesehatan yang setara dengan rumah sakit umum daerah tipe C, mulai dari poliklinik, rawat inap, unit gawat darurat, ruang operasi, radiologi, laboratorium, hingga farmasi.
"Untuk farmasi itu obatnya semua kita handle dari kapal, untuk stok segala macam, dan ada ruang operasi. Ruang operasi kita ada dua ruang operasi mayor," tuturnya.
Sementara itu, Pjs Manager CSR Pertamina International Shipping Gustidha Budiartie mengatakan, program rumah sakit kapal merupakan bagian dari kolaborasi PIS dengan doctorSHARE yang telah berjalan selama tiga tahun.
Menurutnya, kerja sama tersebut berangkat dari kesadaran bahwa konektivitas menjadi faktor penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau melalui transportasi darat.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut, PIS memiliki kapabilitas perkapalan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
"Jadi konektivitas ini penting dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, baik dalam menyalurkan energi maupun menyediakan akses kesehatan seperti yang dilakukan oleh doctorSHARE," ucap Gustidha.
Dia menjelaskan, program RSK menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kapabilitas perusahaan dalam mendukung masyarakat. Melalui kolaborasi dengan doctorSHARE, kapal yang menjadi sarana transportasi laut dapat dioptimalkan untuk menghadirkan layanan kesehatan di pulau-pulau kecil dan wilayah yang sulit diakses.
Gustidha menyebut, hingga saat ini RSK Nusa Waluya II telah melayani sekitar 6.000 pasien di Kei Besar. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi selama Pertamina bekerja sama dengan doctorSHARE dalam program rumah sakit kapal.
Pihaknya berharap jumlah pasien yang terlayani dapat terus meningkat hingga mencapai 10.000 orang selama program berlangsung.
"Data pasiennya tadi sudah mencapai 6.000. Ini tertinggi sejak kita bekerja sama, mungkin bisa menyentuh 10.000," terangnya.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Group untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, Rumah Sakit Kapal sebelumnya telah hadir di wilayah Waigeo dan Distrik Seget, Sorong, dengan total 7.469 pasien yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Bagi PIS, inisiatif ini juga menjadi wujud pemanfaatan kapabilitas maritim untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi dengan Pertamina, IHC, dan doctorSHARE, armada kapal tidak hanya mendukung konektivitas antarpulau, tetapi juga menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.