NADIKABAR.COM — Meski belum genap setahun ditempati, rumah Tasya Farasya retak. Beauty creator sekaligus pebisnis ini menemukan ada sejumlah kejanggalan dalam struktur rumahnya.

Pada pemeriksaan awal, ditemukan dugaan kesalahan pengerjaan, termasuk pada sambungan kolom dan dinding. Tasya mengungkapkan kondisi rumahnya melalui unggahan story Instagram. Dalam video tersebut terdengar suara palu di latar belakang.

"Banyak sekali tukang di rumahku. Kenapa? Karena bangunannya retak semua. Kenapa kok bisa retak semua? Karena yang seharusnya ditemukan ada besi, eh malah jadinya ada kayu," ujar Tasya dalam story di Instagram @tasyafarasya pada Sabtu (24/10).

Tasya sendiri mengaku tak tahu mengapa ada perbedaan penggunaan bahan baku untuk struktur rumahnya. Ia pun mengaku sabar menghadapi masalah ini, tetapi biaya yang dikeluarkan juga tak sedikit.

"'Eh, eh, kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi ga, sih?' Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran, lho. Ho-oh, ah gila, can't wait hambur-hamburkan uangku ya, hahaha," ucap Tasya lagi sambil tertawa.

Salah satu temuan yang membuat Tasya heran, yaitu bagian yang seharusnya menggunakan besi justru ditemukan menggunakan kayu.

Hasil pemeriksaan juga menemukan sambungan antara struktur kolom dan dinding bata ringan atau hebel tidak dilengkapi besi penghubung. Akibatnya, dinding di sisi kolom ikut retak, bahkan ada bagian yang terpisah.

kerusakan tak hanya ditemukan pada dinding. Area kolam renang juga mengalami penurunan permukaan.

Kondisi itu terlihat dari lantai marmer yang posisinya berada di bawah garis cat, meski pengecatan baru dilakukan sekitar tujuh bulan lalu.

Pihak yang memeriksa rumah tersebut menduga ada pengerjaan yang tidak sesuai dengan standar atau gambar dari arsitek.

Setelah pemeriksaan, perbaikan langsung dilakukan. Sejumlah bagian rumah harus dibongkar untuk mengecek kondisi struktur bangunan.

Tasya menyebut suara pekerjaan konstruksi terdengar sepanjang hari, bahkan hingga pukul 22.00. Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa retakan berpotensi muncul lagi setelah perbaikan, meski di lokasi berbeda. Makanya, kondisi rumah perlu terus diawasi.

"Dan yang serunya lagi adalah setelah retak, kalau misalnya nanti udah dibetulin, bisa jadi retaknya tumbuh di tempat lain. Wah, I can't wait! Setelah pembangunan 6 tahun ternyata retak itu akan ada lagi. Jadi memang aku itu harus membangun terus. Dokdokdok bersama memong," tuturnya. Memong merupakan panggilan akrab untuk Tasya.

Pembangunan rumah Tasya sebelumnya berlangsung cukup lama, yakni sekitar enam tahun sejak 2020.

Saat proses pembangunan dimulai, Tasya masih bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf. Setelah keduanya berpisah, pengerjaan rumah dikebut hingga akhirnya selesai dalam beberapa bulan.

Rumah tersebut memiliki empat lantai dengan interior berbeda, termasuk gaya modern French dan modern. Selain menjadi tempat tinggal, rumah mewah itu juga dilengkapi studio khusus untuk menunjang pekerjaan Tasya.

Sejumlah perabot di dalamnya dibuat secara khusus atau dipesan sesuai kebutuhan. Kini, rumah yang sempat Tasya perlihatkan dengan berbagai fasilitas tersebut kembali menjalani perbaikan untuk menangani kerusakan.