Tren penguatan juga terjadi pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa menguat 0,15 persen, pound sterling Inggris naik 0,13 persen, dolar Australia terapresiasi 0,07 persen, dolar Kanada menguat 0,17 persen, dan franc Swiss naik 0,35 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan kembali menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sebulan.

"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan oleh harga minyak dunia yang kembali naik, dengan WTI mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Sentimen risk-off dan aksi jual bersih investor asing di pasar domestik juga masih membebani rupiah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Jumat (30/10).