Tekanan terhadap rupiah antara lain berasal dari aksi jual bersih investor asing serta kenaikan harga minyak dunia di tengah kekhawatiran eskalasi geopolitik.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, tertekan oleh aksi jual bersih investor asing meskipun sentimen domestik secara umum membaik. Kenaikan harga minyak dunia akibat kekhawatiran eskalasi geopolitik, serta laporan mengenai persiapan serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, turut membebani rupiah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.