Penguatan rupiah juga disebabkan harga minyak mentah Brent turun lebih dari 8 persen hingga mendekati 95 dolar AS per barel, sebagaimana laporan Kantor Berita Anadolu.
Tolok ukur internasional tersebut turun 8,55 dolar AS, atau 8,25 persen, menjadi 95,05 dolar AS pada Rabu (4/11) pukul 18.50 GMT, jatuh ke bawah level 100 dolar AS untuk pertama kalinya dalam sebulan. Minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), turun 7,81 dolar AS, atau 8,13 persen, menjadi 88,28 dolar AS.