NADIKABAR.COM — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pada Sabtu (7/11) menyebutkan bahwa Rusia akan menganggap setiap unit militer asing yang dikerahkan di Ukraina sebagai target yang sah.
Rusia juga memperingatkan bahwa pengerahan semacam itu akan semakin meningkatkan eskalasi konflik.
Mengomentari latihan militer bertajuk "Koalicja 26.2" untuk pasukan multinasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November-22 November di Ukraina, Zakharova menuduh negara-negara Barat mengabaikan kekhawatiran Rusia terkait keamanan dan justru memicu ketegangan.
Menurut dia, Inggris dan Prancis berharap dapat mempertahankan pijakan di Ukraina melalui pengerahan pasukan multinasional untuk menghadapi Rusia dan mengalahkan negara itu secara militer.
"Kami tegaskan sekali lagi bahwa pengerahan kontingen militer asing di Ukraina sama sekali tidak dapat diterima, baik di bawah naungan apa yang disebut sebagai 'Koalisi Sukarela' (Coalition of the Willing) maupun kelompok lainnya," ujar Zakharova, seraya menambahkan bahwa intervensi militer semacam itu akan menciptakan ancaman keamanan tambahan bagi Rusia.
Zakharova menambahkan bahwa pengerahan yang direncanakan itu hanya akan memperdalam keterlibatan negara-negara Eropa anggota NATO dalam konflik tersebut.
Dia juga menyebut bahwa Moskow akan mencapai tujuan-tujuan operasi militer khususnya.
Zakharova mengatakan latihan militer tersebut akan dimulai menjelang dilanjutkannya kembali perundingan antara Rusia, AS, dan Ukraina di Abu Dhabi. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa negara-negara Eropa tidak memiliki tempat di meja perundingan.
Menurut Kemenlu Rusia, pembentukan pasukan multinasional di Ukraina diumumkan setelah pertemuan "Koalisi Sukarela" di Kiev pada 24 Agustus 2026.