NADIKABAR.COM — Bulir-bulir padi yang menguning dan merunduk memenuhi petak sawah di Desa Geyongan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada pertengahan September 2026. Tanah yang semula retak akibat kemarau kembali basah setelah mendapat pasokan air dari sistem irigasi bertekanan.
Hal itu diceritakan Mashudi, Ketua Forum Petani dan Masyarakat Desa Geyongan, kepada NadiKabar pada 29 Oktober. Ia mengaku lega setelah petani di desa itu sempat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman gagal panen.
Pria berusia 51 tahun itu telah mengenal pekerjaan bertani sejak kecil. Namun, pengalaman mengolah lahan selama puluhan tahun tidak menghilangkan kecemasannya ketika air semakin sulit diperoleh, terutama ketika kemarau diperparah oleh fenomena El Nino.