Bagi Intel, proyeksi mengecewakan ini mencerminkan pasar PC yang terpukul akibat melonjaknya biaya memori dan komponen lain. Pengiriman PC global turun 4% pada kuartal kedua dibanding tahun sebelumnya, menurut Counterpoint Research.

"Kami melihat pelambatan PC akan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan. Kami akan terus melakukan investasi yang disiplin pada kapasitas dan modal kerja untuk meningkatkan pasokan serta mendukung pertumbuhan di masa depan," kata kepala keuangan Intel, David Zinsner.

Proyeksi tersebut juga memperhitungkan dampak ledakan di pabrik fabrikasi di Israel yang menewaskan dua pekerja dan melukai pekerja ketiga awal bulan ini. Insiden tersebut akan membuat perusahaan kehilangan pendapatan sekitar USD 600 juta selama dua kuartal.

Tan mengatakan ledakan yang ia sebut kecelakaan tragis itu menyebabkan penutupan berkepanjangan pabrik tersebut, berimbas pada terganggunya pengiriman chip 10 nanometer.