NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan belum padam. BNPB mengatakan titik karhutla terbanyak berada di Kalimantan Tengah (Kalten) dan Sumatera Selatan (Sumsel).
"Di Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung khususnya Taman Nasional Way Kambas," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, saat menyampaikan perkembangan penanganan karhutla yang disiarkan langsung di YouTube BNPB, Senin (26/10/2026).
Berton menjelaskan ada 990 hektare lahan terdampak karhutla di Sumatera. Dari jumlah itu, 889 hektare berada di Sumsel.
"Kita peroleh di sini bahwa ada di Sumatera saat ini ada 990 hektare, dan yang paling banyak berasal dari Sumatera Selatan yaitu 889 hektare, sedangkan Jambi ada 89 hektare, dan saat ini Lampung 12 hektare," ujarnya.
Berton mengatakan titik karhutla lebih banyak berada di Kalimantan dengan total luas lahan terdampak 3.392 hektare. Kalimantan Tengah dan Barat menjadi perhatian utama.
"Hari ini kemarin tanggal 26 Oktober 2016 mendapatkan laporan kira-kira 3.392 hektare lahan masih dalam penanganan, di Kalimantan Tengah sebesar 2.456 hektare, di Kalimantan Selatan ada 52 hektare, Kalimantan Barat ada 884 hektare, sehingga perhatian kita tertentu di Kalimantan Tengah terutama dan Kalimantan Barat khususnya," ujarnya.
Berton mengatakan ada 57.050 personel yang dikerahkan untuk penanganan karhutla dari darat. Dia menyebut ada 61 armada udara yang dikerahkan untuk memadamkan karhutla lewat udara, termasuk dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).
"Modifikasi cuaca tetap kami laksanakan baik itu OMC, patroli tetap, dan untuk water bombing, Dua dari empat provinsi terjadi hujan dan ini sangat membantu penanganan karhutla yang sedang teriadi," ujar Berton.