NADIKABAR.COM — Tiga miliar rupiah menunggu para atlet Indonesia di ujung panggung Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Itulah bonus yang disiapkan negara bagi atlet Indonesia yang mampu meraih medali emas perseorangan pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Presiden Prabowo Subianto mengumumkannya saat melepas Kontingen Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 9 September, atau sepuluh hari sebelum upacara pembukaan Asian Games 2026.
Bagi atlet, bonus tersebut layak disambut. Karier olahraga memiliki umur yang terbatas. Risiko cedera selalu mengintai, sementara latihan bertahun-tahun tidak menjamin seseorang akan berdiri di podium. Karena itu, ketika seorang atlet akhirnya menjadi yang terbaik di Asia, penghargaan besar dari negara bukan sesuatu yang berlebihan.
Rp3 miliar itu hanyalah angka yang terlihat di ujung perjalanan. Sebelum seorang atlet berdiri di podium, ada tahun-tahun yang tidak masuk kamera, seperti latihan yang berulang, kekalahan yang harus diterima, cedera yang mesti dipulihkan, serta kompetisi yang kadang berakhir jauh dari harapan.
Perjalanan menuju Aichi-Nagoya kali ini pin tidak selalu berjalan mulus.
Pada awal Juni, anggaran pemusatan latihan nasional Asian Games 2026 tercatat Rp81,04 miliar. Angkanya turun cukup jauh dibandingkan Rp389,82 miliar untuk periode Asian Games sebelumnya.
Delapan hari kemudian, kepastian mengenai pelaksanaan pelatnas Asian Games secara keseluruhan bahkan belum dapat disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Di tengah kondisi tersebut, atlet tetap berlatih. Federasi tetap menyusun program. Kalender pertandingan juga tidak menunggu persoalan anggaran selesai.