NADIKABAR.COM — Sebulan berlalu sejak KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok, tepatnya perairan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, tragedi kapal yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) itu belum sepenuhnya terungkap.

Empat penumpang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, keberadaan KMP Putri Yasmin yang hanyut setelah terbakar juga hingga kini belum diketahui.

Humas Kantor SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda mengatakan operasi pencarian korban telah dihentikan pada Rabu (19/8/2026). Operasi ditutup setelah delapan hari pencarian sesuai ketentuan yang berlaku.

"Terakhir sudah ditutup, di hari kedelapan pencarian," kata Lanang saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

Meski operasi resmi ditutup, Kantor SAR Mataram masih melakukan pemantauan. Informasi mengenai empat korban yang belum ditemukan juga telah disebarkan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan tersebut.

Lanang mengatakan kapal yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban diminta segera menghubungi Kantor SAR Mataram. Namun, hingga kini belum ada laporan mengenai keberadaan keempat korban.

"Sebelumnya kami sudah menyebarkan informasi, namun sampai saat ini belum ada laporan yang masuk," ungkap Lanang.