NADIKABAR.COM — Penganiayaan terhadap dua pelajar MTs oleh tujuh siswi di Garut rupanya dipicu oleh persoalan asmara. Meski masalah sebenarnya sempat terselesaikan, situasi mendadak memanas kembali akibat provokasi dari seorang rekan korban.

Berikut fakta-fakta dalam kejadian ini:

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan kejadian tersebut. Menurut Niko, kejadian yang terjadi pada Senin (7/9) itu, bermula ketika korban NH (14) bertemu dengan pelaku AN (15). Mereka bertemu dengan maksud menyelesaikan masalah asmara.

"NH ini berpacaran dengan seorang laki-laki, yang ternyata merupakan mantan pacar dari AN. AN ini curiga karena NH dianggap merebut pacarnya. Akhirnya pada saat itu, NH mencoba mendatangi AN untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata Niko kepada wartawan, Kamis, (10/9).

NH saat itu berjanji untuk bertemu dengan AN. Dia berangkat dengan NA (14), rekannya juga yang akhirnya menjadi korban. Sementara AN diantar 6 orang temannya yang lain, yakni W (15), I (14), IM (15), ES (13), T (14) dan WS (16).