Transparansi pun dinilai menjadi keharusan bagi Danantara. Jika mengambil alih Sritex, mekanisme penyelesaian kewajiban beserta sumber pendanaannya harus diperjelas.

Menurut Herry, opsi paling memungkinkan jika Danantara terpaksa menanggung beban Sritex adalah menegosiasikan skema pembayaran kewajiban ke pihak kreditur.

Skema berbagi kerugian dinilai sangat sulit diterapkan karena pengadilan telah menetapkan status pailit. Konsekuensi dari putusan tersebut mengharuskan penjualan aset untuk melunasi seluruh kewajiban kepada para kreditur.

Dalam upaya masuk ke bisnis tekstil, Herry mengatakan langkah Danantara akan jauh lebih bermanfaat dan berpeluang besar jika berfokus pada pembangunan desain awal pengembangan industri tekstil nasional dari nol.

Herry menyarankan Danantara dapat masuk ke sektor hulu yang jauh lebih bermanfaat bagi perekonomian nasional dibandingkan bersaing di hilir yang terlalu padat pemain.

Dengan memilih sektor hulu untuk menopang bahan baku, misalnya poliester atau lainnya, kehadiran BUMN tekstil disebut akan sangat membantu industri tekstil, sekaligus perekonomian nasional. Apalagi, Indonesia masih menjadi importir bersih (net importer) bahan baku tekstil.

Pilihan fokus di sektor hulu ini dipandang akan menyelamatkan pelaku usaha domestik dari jeratan biaya impor yang mencekik ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedang melemah.

Sebaliknya, Indonesia selama ini sudah berhasil menjadi eksportir bersih (net exporter) produk hilir tekstil. Jika sektor ini ditopang ketersediaan bahan baku domestik yang murah, hasilnya dipastikan akan jauh lebih maksimal.

"Danantara bisa masuk di sektor hulu yang lebih bermanfaat bagi perekonomian nasional maupun industri, ketimbang masuk di sektor hilir seperti pakaian jadi yang pemainnya relatif sesak," pungkasnya.