Dikutip dari Badan Geologi, pada 28 Desember 1927, aktivitas vulkanik baru terjadi di pusat kaldera pada kedalaman 188 meter. Peristiwa itu lantas dinyatakan sebagai kelahiran Gunung Anak Krakatau.

Kawah baru yang terbentuk tersebut terletak satu garis dengan kawah-kawah Danan dan Perbuatan sebelumnya. Sejak 1927 sampai 1930 terjadi belasan kali erupsi.

Karena sejumlah letusan tersebut, Gunung Anak Krakatau lalu tumbuh makin besar dan tinggi hingga mencapai 300 meter di atas permukaan laut. Selain itu, wilayah daratan yang dihasilkan juga meluas.

Dijelaskan dalam Indonesiabaik.id, sejak dekade 1950-an, Gunung Anak Krakatau tumbuh pesat hingga mencapai 13 cm per pekan atau sekitar 7 meter per tahun. Hal ini disebabkan geliat magma di perut bumi.