NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Rabu (16/9) menyatakan bahwa Dewan Perdamaian Gaza (BoP) yang dipimpin Amerika Serikat tidak akan menggantikan peran PBB di Jalur Gaza.
"Dewan Perdamaian tidak menggantikan PBB di Gaza," kata Guterres selama konferensi pers ketika ditanya sejauh mana Dewan Perdamaian mengambil alih peran PBB di Gaza.
Pada 9 Oktober 2025, Israel dan kelompok perjuangan Palestina, Hamas, sepakat untuk melaksanakan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan itu dimediasi oleh Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan juga Turki.
Keesokan harinya, gencatan senjata mulai berlaku di Jalur Gaza. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah yang disebut "Garis Kuning", namun tetap mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah kantong Palestina tersebut.
Pada akhir Juli, Dewan Perdamaian mengumumkan bahwa Hamas menyetujui peta jalan pelaksanaan tahap-tahap selanjutnya dari kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Rencana itu mencakup penyerahan kendali Jalur Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dan pembentukan badan khusus untuk mengawasi pelanggaran yang dilakukan Hamas maupun Israel.
Penerjemah: Asri Mayang Sari